Truk Hino Mundur di Tanjakan Panyalaian, Garasi dan Tenda Pelaminan Warga Jadi Korban
iNews Padangpanjang– Dini hari yang seharusnya sunyi dan tenang di Jorong Koto Tuo, Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, tiba-tiba pecah oleh gemuruh mesin diesel dan dentuman keras. Sebuah truk tronton bermerk Hino menjadi protagonis dalam sebuah drama malam yang mencekam, yang berakhir dengan garasi rumah penyok dan tenda pelaminan yang roboh. Peristiwa yang terjadi pada Kamis dini hari itu bukan hanya meninggalkan jejak kerusakan material, tetapi juga cerita tentang betapa mengerikannya tanjakan di Panyalaian bagi kendaraan berat.
Kronologi Mencekam di Kegelapan Dini Hari
Berdasarkan penuturan Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, insiden ini terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Truk Hino yang dikemudikan oleh seorang sopir bernama Pendrison sedang dalam perjalanan dari Padang Panjang menuju Bukittinggi, mengarungi jalur lintas yang terkenal berkelok dan menanjak.
Saat tiba di tanjakan terjal di Panyalaian, nasib nahas mulai berbalik. Truk yang sarat muatan itu tiba-tiba kehilangan tenaga. Mesinnya menjerit, namun kendaraan besar itu tak kuat lagi mendaki. Dalam sekejap, hukum gravitasi mengambil alih. Truk pun mulai merayap mundur, melawan kemauan sang pengemudi.
Baca Juga: Kota Padang Panjang Gelar Rapat Persiapan Sambut 10 Ribu Jemaah BKMT se-Sumbar
“Truk tidak kuat menanjak sehingga mundur dan menabrak garasi rumah warga,” jelas AKP Pifzen, menggambarkan momen panik pertama itu.
Dalam upaya menyelamatkan situasi, Pendrison mencoba mengumpulkan sisa tenaga dan keberanian. Dia mencoba mendorong truknya untuk menanjak sekali lagi. Namun, usahanya gagal. Tanjakan Panyalaian ternyata lebih perkasa. Untuk kedua kalinya, truk Hino itu kembali mundur, kali ini dengan trajectory yang sedikit berbeda.
“Sopir kemudian mencoba kembali menanjak, namun gagal dan truk kembali mundur hingga menabrak tenda pelaminan di sisi kanan jalan,” tambah AKP Pifzen. Tenda yang mungkin sedang dipersiapkan untuk sebuah hajatan pernikahan yang penuh sukacita, harus berakhir penyok dan roboh diterpa bodi truk yang tak terbendung.
Dampak: Trauma dan Kerusakan
Beruntung, dalam insiden yang mencekam ini, tidak ada korban jiwa yang berjatuhan. Nyawa-nyawa yang berada di sekitar lokasi, termasuk sang pengemudi, selamat. Namun, dampak psikologis jelas menjadi hal yang paling dirasakan.
Sopir, Pendrison, dilaporkan mengalami trauma pascakejadian. Bayangan truk yang merosot mundur di tengah kegelapan, diiringi suara dentuman, tentu menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Selain itu, dua properti warga menjadi korban: sebuah garasi rumah yang rusak akibat benturan pertama, dan sebuah tenda pelaminan yang hancur dihantam pada benturan kedua.
Untuk mencegah gangguan arus lalu lintas yang semakin parah, truk Hino yang sudah tak berdaya itu akhirnya berhasil dievakuasi ke kawasan Kelok Hantu. Proses evakuasi sendiri menjadi pemandangan lain yang menarik perhatian warga di pagi hari.
Tanjakan Panyalaian: Momok Bagi Pengendara Truk
Insiden ini bukanlah yang pertama kali terjadi dan seolah mengingatkan kembali pada reputasi Jalan Lintas Padang Panjang–Bukittinggi, khususnya di tanjakan Panyalaian. Lokasi ini telah lama dikenal sebagai titik rawan bagi kendaraan berat, baik truk maupun bus.












