Melampaui Batas: Ketika Wali Kota Menjadi Pelopor Kepedulian bagi Pasien Tanpa Pendamping
iNews Padangpanjang– Dalam kesibukan rutinitas sebuah rumah sakit, seringkali terselip cerita-cerita manusiawi yang menggugah nurani. Cerita tentang kerentanan, harapan, dan—yang paling mendasar—tentang tidak adanya seorang pun yang menunggui di samping tempat tidur. Kisah inilah yang dihadapi langsung oleh Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, dalam sebuah inspeksi mendadak (sidak) di RSUD setempat, yang kemudian berujung pada sebuah langkah solidaritas yang melampaui batas wilayah administratif.
Bertemu dengan Hendrizal: Seorang Pasien dalam Kesendirian
Di sebuah bangsal RSUD Padang Panjang, Wali Kota Hendri Arnis menemui sosok Hendrizal. Seorang warga yang, meskipun hanya berjarak beberapa puluh kilometer dari rumahnya, terasa begitu jauh dan terpisah. Hendrizal berasal dari Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar. Ia menjalani perawatan tanpa kehadiran sanak keluarga yang mendampingi.
Upaya rumah sakit untuk menjangkau keluarga Hendrizal telah dilakukan, namun belum membuahkan hasil. Informasi yang berhasil dikumpulkan menyebutkan bahwa salah satu anggota keluarga sedang menjalani ujian, sebuah kewajiban yang sah yang membuat mereka belum bisa hadir di sisi Hendrizal. Dalam kondisi rentan seperti itu, pasien bukan hanya berjuang melawan penyakit, tetapi juga melawan kesepian dan ketidakpastian.
Sebuah Panggilan Kemanusiaan: Menjembatani Dua Daerah
Melihat realitas pilu ini, Wali Kota Hendri tidak tinggal diam. Alih-alih hanya berpangku tangan atau berlepas tangan dengan alasan Hendrizal bukanlah warga daerahnya, beliau mengambil inisiatif yang jarang terjadi. Dari ruang rumah sakit di Padang Panjang, sebuah panggilan penting dilakukan kepada Bupati Tanah Datar, Eka Putra.
Panggilan itu bukan tentang protokol atau birokrasi kaku, melainkan tentang kepedulian terhadap seorang manusia. Wali Kota Hendri memastikan bahwa warga Kabupaten Tanah Datar yang sedang dalam kesulitan di wilayahnya mendapatkan penanganan yang semestinya.
Respons dari Bupati Eka Putra pun luar biasa cepat dan tanggap. Sebuah perintah langsung dikeluarkan untuk memerintahkan Camat Pariangan dan Pemerintahan Nagari Sungai Jambu agar segera bertolak ke Padang Panjang. Tujuannya satu: menemui, mendampingi, dan memastikan warganya, Hendrizal, mendapatkan haknya.
“Alhamdulillah, Bupati Tanah Datar sangat tanggap dan memerintahkan Camat Pariangan dan Pemerintahan Kenagarian Sungai Jambu untuk datang ke Padang Panjang menemui warganya yang sedang dirawat,” ujar Hendri, mengapresiasi respons cepat dari pemimpin daerah tetangga.
Filosofi Layanan: Tidak Ada “Warga Luar” dalam Dunia Kesehatan
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Hendri Arnis menegaskan kembali filosofi dasar pelayanan kesehatan di RSUD Padang Panjang. Sebuah filosofi yang seharusnya menjadi pegangan semua institusi pelayanan publik.
“Setiap orang yang datang ke RSUD ini adalah manusia yang butuh pertolongan. Tidak ada istilah warga luar atau dalam, semuanya akan kami layani dengan maksimal sesuai standar kesehatan yang berlaku,” tegas Hendri dengan penuh keyakinan.
Pernyataan ini adalah penolakan tegas terhadap segala bentuk diskriminasi dalam pelayanan kesehatan. Ia mengingatkan kita bahwa di hadapan sakit penyakit, semua garis pemisah—baik geografis, sosial, maupun ekonomi—harus luluh. Yang tersisa hanyalah kewajiban untuk menolong.












